PMS Pada Wanita Itu Cuman Mitos Atau Memang Nyata Sih?

PMS Pada Wanita Itu Cuman Mitos Atau Memang Nyata Sih?

Cowok: Kamu kenapa? kok jadi sedih/cemberut/marah/diem/bahagia secara tiba-tiba?

Cewek : ehmm , aku engga papa kok.

Wahai kaum lelaki! Sesungguhnya dalam “ehm aku engga papa kok” pasti ada yang terjadi pada diri wanita, kalian harus peka akan hal itu..

Si tamu yang datang menyambangi wanita setiap bulannya ini sering kali membuat mood dan fisik wanita menjadi tidak karuan. Rasa tidak nyaman pada tubuh wanita saat kedatangan tamu bulanan ini terkadang dirasakan oleh wanita saat memasuki periode menstruasi. Hal ini biasa disebut Pre-mesntruation Syndrome atau PMS.

Sindrom PMS ini bisa terjadi berbeda-beda pada setiap wanita. Ada yang merasakan perasaan yang berubah-ubah atau mood swing, kembung, juga sakit pada payudara.

PMS seringkali disalahkan saat seorang wanita sedang haid. Padahal, PMS sendiri merupakan sebuah perubahan perilaku atau emosi yang terjadi sekitar 5-11 hari sebelum seseorang mengalami periode menstruasi. Lantas apa sih yang sebenarnya terjadi saat PMS? Benarkah wanita cenderung sensitif dan mudah marah saat mengalami PMS?

Banyak mitos yang berkembang seputar menstruasi dan PMS (Pre-mesntruation Syndrome) yang terkadang malah membuat wanita bingung dan jadi salah dalam menghadapi PMS. Agar lebih cekatan dan lancar melaluinya, yuk kita cari tahu kebenaran mitos-mitos seputar PMS.

#PMS itu nyata! Dan Tidak Dibuat-Buat Oleh Wanita Manapun

Gejala Pre-mesntruation Syndrome (PMS) nyata! Dan tidak secara sengaja dibuat-buat oleh wanita manapun. PMS itu muncul hampir kepada tujuh puluh persen wanita yang akan mengalami mentruasi. PMS disebabkan oleh adanya perubahan hormon progesteron dan estrogen pada tubuh wanita kira-kira dua minggu sebelum mentruasi. Kita jadi moody banget, sensitif, gampang marah, badan membengkak, bertambah berat badan, dan biasanya mengalami keram.

#PMS Itu Cuman Sugesti Saja?

Menurut Robyn Stein DeLuca, seorang psikolog perempuan yang meyakini bahwa para wanita selama ini telah dibohongi oleh sejumlah buku, majalah, dan komunitas kesehatan soal PMS dan sindromnya yang bisa melumpuhkan aktivitas sehari-hari.

Dalam bukunya yang berjudul The Hormone Myth: How Junk Science, Gender Politics And Lies About PMS Keep Women Down, DeLuca juga menyebutkan bahwa PMS merupakan sebagai bukti perempuan modern saat ini kesulitan untuk menaklukkan ritme kehidupan.

Perempuan modern terlalu menghayati ide ini bahwa tubuh mereka bermasalah, Hal ini yang mendorong perempuan untuk memikirkan tubuh mereka sebagai instrumen yang menyebabkan rasa sakit. Tapi sebenarnya, mereka hanya terlalu memaksakan diri.

DeLuca memang mengakui bahwa hormon juga dapat menimbulkan suatu gejala yang membuat tubuh tidak nyaman. Namun, dia mengklaim gejala-gejala itu tak begitu parah untuk diatasi. Hanya saja, perempuan menggunakan PMS sebagai alasan untuk beristirahat sejenak dari berbagai tuntutan di sekitar mereka.

#Perubahan Hormon Memang Dapat Mempengaruhi Perasaan!

Sementara itu, Joyce Harper, seorang profesor kesehatan wanita di University College London (UCL) mengungkapkan bahwa “Perubahan hormon memepengaruhi perasaan. Ini bukan mitos,” seperti yang dikutip dari laman The Independent.

Ia menjelaskan, sebanyak 95 persen wanita mengalami PMS dan ini bukan hanya soal kewalahan menghadapi hidup. PMS juga dianggap Harper sebagai bentuk perjuangan seorang wanita dalam menghadapi siklus alami dalam hidupnya.

Ini bukan kali pertamanya para peneliti berspekulasi tentang kebenaran PMS. Teori serupa juga pernah muncul pada tahun 2012 lewat studi dari Gender Medicine. Para peneliti dari Universitas Toronto menemukan, hanya enam dari 41 penelitian membuktikan ada hubungan antara perubahan suasana hati yang drastis dengan masa-masa sebelum menstruasi.

Mungkin bagi seorang laki-laki terkadang menganggap wanita itu labil dalam hal emosi. Ya, memang kenyataan wanita rentan soal emosi. tapi mengertilah wanita itu memang terlahir secara spesial….

“Wahai para kaum lelaki… kita tidak akan pernah merasakan betapa beratnya terlahir menjadi seorang wanita (menstruasi dan melahirkan keturunan). Hargailah mereka dan jangan sampai kalian menyakiti hatinya” 

COMMENTS

WORDPRESS: 0