Kesalahan yang Tak Disadari Saat Bertemu dengan Calon Mertua

Kesalahan yang Tak Disadari Saat Bertemu dengan Calon Mertua

Hal paling menakutkan sepanjang hidup adalah bertemu calon mertua. Lha gimana tak menakutkan, kalau calon mertuamu nanti mencercaimu dengan sejumlah pertanyaan yang sulitnya bukan main untuk dijawab.

Pertanyaan begitu sulit yang dilontarkan calon mertua harus kamu jawab dengan baik. Kalau kamu ingin berhasil menggaet anaknya. Karena sedemikian beratnya, kadang kala timbul kesalahan-kesalahan kecil saat berhadapan dengan calon mertua.

Kesalahan apa aja itu. Berikut hipmee paparkan, kesalahan-kesalahan apa saja yang biasa dilakukan saat berhadapan dengan calon mertua.

#Tidak Menonjolkan Diri

Pada saat bertemu calon mertua. Tunjukanlah kemampuan, atau bakat yang kamu miliki. Tunjukan padanya bahwa kamu pantas untuk menjadi ayah dari anak-anak nya. Jika calon mertua menanyakan kamu bekerja sebagai apa, bilang saja bahwa kamu bekerja di Pertamina. Walaupun sebetulnya hanya penjual bensin eceran.

Kalau kamu masih mahasiswa, bilang saja kepadanya, kalau kamu seorang mahasiswa super sibuk karena “nyambi” kerja. Walaupun kerja yang dimaksud disini, sebetulnya sibuk mengerjakan tugas.

#Memakai Baju yang Salah

Kadang kala kamu mengenakan baju tidak sesuai dengan selera calon mertuamu. Sudah jelas-jelas calon mertuamu bekerja sebagai tentara. Eh, ketika melamar anaknya, kamu malah menggunakan baju berlogo palu arit. Jika tindakan ceroboh ini kamu lakukan. Alih-alih bisa mendapat restu untuk menikahi anaknya. Kamu malah akan di “sleding” kepalanya.

Supaya dapat mengambil hati calon mertua, cara berpakianmu harus disesuaikan dulu dengan selera berpakaian calon mertua. Kalau calon mertuamu berprofesi sebagai penceramah Ya kamu berpakain gamis, agar kelihatan alim. Sebaliknya jika calon mertuamu seorang tentara, maka baju yang dikenakan harus melambangkan nasionalisme. Misalnya menggunakan kemeja yang ada tulisanya “saya Pancasila, saya Indonesia.”

#Membawa Oleh-Oleh yang Tak Sesuai

Sudah jelas-jelas calon mertuamu tidak suka buah durian. Tapi kamu malah membawanya sebagai bekal lamaran. Hal ini bisa saja akan membuat calon mertua mengurungkan diri menerimamu sebagai menantunya.
Apalagi mertuamu mengidap masalah tramutaik, atau phobia terhadap buah-buahan tertentu. Bisa bahaya akibatnya.

#Terhadap Calon Mertua Tida

Masalah yang terakhir ini sering dilanggar pria. Hanya demi mendapat citra positif. Sering kali kita dapati seseorang yang berani membohongi calon mertuanya. Misalnya dengan mengaku-ngaku bekerja sebagai direktur di sebuah perusahaan ternama. Eh tak taunya cuma pengangguran.

Kebohongan yang terus dihembuskan kepada calon mertua ini pada akhirnya akan terbongkar juga baunya. Karena sepandai-pantai tupai melompat, pasti akan “nyungsep juga.” Kalau sudah ketahuan berbohong kepada calon mertua, resikonya bisa berabe. Bisa-bisa kamu gagal mendapatkan anaknya.

Maka dari itu biasakanlah jujur saja. Ceritakan pekerjaan mu sebenarnya, serta asal-usul keluargamu tanpa di sembunyi-sembunyikan. Ini penting, sebab hubungan kekeluargaan yang langgeng selalu dipondasikan oleh nilai-nilai kejujuran.

COMMENTS