5 Hal Tidak Menyenangkan Ini Adalah Kekurangan Transportasi Pangkalan

5 Hal Tidak Menyenangkan Ini Adalah Kekurangan Transportasi Pangkalan

Akhir-akhir ini berita penolakan terhadap ojek dan taksi berbasis aplikasi online semakin marak. Berbagai berita diangkat media soal penolakan terhadap Gojek maupun angkutan sejenisnya. Karena tuntuntan para tukang ojek, sopir taksi biasa maupun sopir angkot maka beberapa pemerintah daerah akhirnya resmi melarang transportasi berbasis online tersebut. Yang terbaru di Bandung, Go jek dilarang beroperasi.

Berikut beberapa kelemahan dari transportasi konvensional berikut ini sering menjadi keluhan penumpang sebagai konsumennya. Berbagai keributan dan keputusan atas segala ribut-ribut soal transportasi online selama ini seakan mengabaikan suara konsumen. Di manakah penumpang pernah dilibatkan dalam penyelesaian kasus transportasi online? Sepertinya belum ada. Nah, sekarang mari kita ingat-ingat dan teliti dengan jujur, 5 hal berikut ini pernah Anda rasakan ketika menggunakan jasa kendaraan konvensional.

1. Sering Mangkal Lama Waktu Terbuang Sia-Sia

Ini paling sering dilakukan oleh angkot maupun angkutan pedesaaan. Untuk memenuhi kuota penumpang maka penumpang yang datang awal harus rela menunggu angkot mangkal sampai penumpang penuh atau sampai sopirnya jenuh.

Selain capek muter-muter mengikuti bang sopir, biasanya angkot kan memang sudah nggak bagus. Panas, pengap wah pokoknya nggak nyaman deh. Masalahnya, kalau sudah terlanjur naik nggak bakalan bisa turun ganti mobil lain. Kalau nekat bisa-bisa berantem tuh.

2. Nggak Semua, Tapi Banyak Juga Yang Pakai Cara Agak Kasar

Di beberapa terminal yang pernah saya temui, masih ada tradisi rebutan penumpang turun dari mobil. Begitu turun dari bis … Wusss para abang ojek mengerubuti calon penumpang. Ada yang narik-narik barang bawaan dan sebagainya. Pokoknya nggak enak banget.

3. Tarif Kadang Nggak Jelas

Harga yang bisa naik turun adalah kelemahan transportasi pangkalan. Bagi sebagian penumpang yang suka nawar-nawar memang sering dapat harga murah. Tapi bagi penumpang yang ngalahan ya kadang diembat dengan tarif ekstra.

4. Sering Tidak Bisa Mengembalikan Lebihan

Sebetulnya poin satu ini agak nggak enak dibahas. Soalnya kadang terbentur rasa kasihan dengan tukang becak misalnya. Tapi sebagai penyedia jasa seharusnya tegas dengan harga yang disepakati. Kejadian uang lebihan tidak kembali ini biasa terlaku pada pengguna becak dan angkot. Kadang memang karena tidak punya, kadang juga memang kebiasaan. Awalnya ongkos 6 ribu, begitu diberi uang 10 ribu, eh nggak ada kembaliannya. Kembaliannya cuma “Terima kasih ya…”

5. Harus Ke Pangkalan

Namanya saja ojek pangkalan. Ya kita sebagai penumpang harus datang ke pangkalan. Kalau angkot masih agak ringan karena mereka yang putar-putar cari penumpang. Pelanggan ojek biasanya agak dimudahkan kalau ojek langganannya punya Hp. Waktu butuh tinggal hubungi saja.

Baca Juga : Go-Jek, Salah Satu Perusahaan Yang Mengubah Dunia

Itu adalah tentang kekurangan dan hal yang kurang menyenangkan yang terjadi ketika baik transportasi konvensional seperti ojek dan angkot maupun becak. Transportasi online juga bukan berarti tanpa cela. Buktinya banyak juga keluhan pelanggan ojek maupun taksi online.

COMMENTS