Buat Kamu Yang Menggantungkan Jodoh Lewat Aplikasi Kencan, Baca Fakta Mencengangkan IniJodoh emang di ‘tangan Tuhan’, namun perlu usaha untuk memohon dan menjemputnya.

Buat Kamu Yang Menggantungkan Jodoh Lewat Aplikasi Kencan, Baca Fakta Mencengangkan Ini

Jodoh memang di ‘tangan Tuhan’, namun perlu usaha untuk memohon dan menjemputnya. Kira-kira begitu ungkapan yang sering kita dengar. Seiring perkembangan teknologi, jalan orang mencari dan menemukan jodoh pun turut berkembang. Salah satunya lewat media sosial dan aplikasi kencan online.

Gaya hidup manusia modern yang terlalu tergantung dengan internet membuat aplikasi kencan memperoleh tempat khusus. Situs-situs dan aplikasi kencan banyak diminati orang. Seperti dilansir CNN, satu dari 3 orang pernah menggunakan aplikasi kencan online.

Pantaslah jika aplikasi macam ini tumbuh subur dengan berbagai ragam. Misalnya Tinder, Bumble, OK Cupid, Badoo untuk yang dari luar. Terus untuk yang lokal misalnya Setipe dan Gather. Tapi tahukah kamu bahwa ada fakta mencengangkan tentang aplikasi-aplikasi kencan dan penggunanya? Simak ulasan berikut ini.

Banyak Yang Pakai Data Palsu, Jangankan Dapat Jodoh, Malah Kamu Ketipu

Mungkin kita pernah mendengar kisah orang di daerah tertentu dapat kenalan cewek bule, lalu si bule kesengsem dan rela datang ke Indonesia buat nikah dengan si cowok. Hal itu tidak mustahil terjadi sama kamu, Guys. Tapi kemungkinananya berapa banding berapa? Itu yang masih samar.

Dari sekian milyar pengguna Facebook, berapa sih yang jadian lalu nikah? Dari sekian banyak aplikasi kencan online, berapa biji sih yang sudah benar-benar nikah?

Masalahnya, kebanyakan pengguna aplikasi kencan online tidak serius mencari jodoh. Sehingga data bisa saja palsu. Foto profil bisa hasil editan atau bahkan nyolong foto orang lain. seperti dikatakan Andrei Mochola, Head of Consumer Business di Kaspersky Lab, bahwa sebagian besar informasi palsu, scammers, atau motif tersembunyi banyak tersebar di situs kencan.

Rawan Pelecehan Terhadap Wanita, Kalian Hanya Jadi Obyek Pemuas

Fakta selanjutnya, ternyata wanita lebih sering mengalami pelecehan di aplikasi kencan. Bukannya ngarang, pada tahun 2013 saja, Pew Research Center melansir hasil penelitian yang dilakukan terhadap 2.252 anggota situs atau pengguna aplikasi kencan dengan usia di atas 18 tahun. Hasilnya 42% wanita pernah mengalami pelecehan seks lewat bahasa tulisan. Jauh dari kelompok laki-laki, hanya 17% yang mengalami hal itu.

Indonesia? Terbaru nih, tahun 2017, ada jajak pendapat oleh Jakpat terhadap 512 responden dengan usia 16 s/d 45 tahun yang hasilnya mengungkapkan bahwa 12,52% dari mereka pernah mengalami pelecehan secara verbal maupun visual ketika mengakses Tinder.

Kalau Hanya Sekelumit Yang Serius, Ngapain Masih Bertahan?

Fakta selanjutnya nih, menurut temuan Kaspersky, ternyata hanya 11% pengguna aplikasi kencan online yang serius ingin mencari pasangan. Selebihnya hanya ingin bersenang-senang. Bahkan 13% diantaranya hanya ingin berburu kepuasan seksual. Sehingga peluang dapat jodoh dari kencan online adalah satu berbanding 10.

Jadi Solusinya Gimana Dong?

Kalau ingin mengetes temuan-temuan di atas, silakan kalian coba sendiri main dan gabung di situs atau aplikasi kencan dan sejenisnya. Dan silakan nilai sendiri ya, Guys. Nah, kalau sudah begitu apa dong solusinya?

Menurut saya sih, kembali ke dunia offline lebih aman ketimbang mencari jodoh di dunia virtual atau siber itu. Temukan jodohmu lewat rekan-rekan dan jaringan orang-orang yang nyata-nyata kamu kenal.

Kalaupun usahamu di dunia online sudah mendapat orang yang serius, jangan langsung percaya. Selidiki rumahnya dimana, keluarganya bagaimana, pokoknya buat dia hadir di dunia offline. Soalnya ada juga kejadian dapat suami dari kenal di Facebook, tahu-tahu sudah menikah ternyata bukan lelaki.

Baca Juga : Yang Kamu Suka Dan Idamkan Belum Tentu Yang Terbaik Untukmu

Prinsipnya tegas saja, sobat. Kalau di dunia offline saja kita harus meneliti orang yang sudah kenal, apalagi urusan jodoh dengan orang yang belum pernah kita kenal sebelumnya. Makanya jangan jatuh cinta dulu setengah mati. Soalnya kalau salah pilih penyesalannya sampai mati. Nah, selamat mencari jodoh. Semoga lekas ketemu ya…

 

COMMENTS