Empat Cara Membuat Novel yang Bagus Seperti Pada Novel Dilan

Empat Cara Membuat Novel yang Bagus Seperti Pada Novel Dilan

Beberapa hari ini dunia maya kita sedang dilanda demam novel Dilan. Saking populer nya, muncul banyak pemberitaan Novel Dilan dari berbagai ragam versi cerita. Ada yang mengatakan kalau novel Dilan sengaja dibuat untuk kepentingan politik, ada yang bilang bahwa novel Dilan dikaitkan dengan Khoemini.

Yah, cerita tentang novel Dilan memang sangat beragam. Tapi kali ini Hipmee tak akan membahasanya. Yang dibahas Hipmee adalah bagaimana caranya menulis novel yang bagus, agar bisa viral seperti novel Dilan. Penasaran bagaimana caranya ? simak ulasan berikut.

1. Buatlah Outline Terlebih Dahulu.

Agar alur cerita di dalam novel milik kalian logis, sistematis, dan koheren. Maka langkah pertama dalam membuat novel adalah membuat kerangkanya terlebih dahulu. Di dalam kerangka novel, kalian bisa membuat dulu siapa tokoh-tokoh nya, bagaimana konflik yang terlibat, pemilihan alur nya bagaimana, hingga latar setting yang kalian buat di dalam outline haru direncanakan. Outline ini nantinya yang akan memandu jalanya ke penulisanmu. Biar tak menyimpang jauh dari apa yang sudah direncanakan.

2. Buatlah Judul yang Seksis, Agar Orang-Orang Penasaran.

Salah satu unsur yang paling menjual dalam novel itu judulnya. Sastrawan besar semacan Joko Pinurbo, Adrea Hirata, Tere Liye, dan Pidi Baid sudah biasa menggunakan judul seksis yang mengunggah penasaran.

Untuk membuat judul yang seksis. Silahkan kalian bisa menggunakan nama bagian tubuh manusia yang “memiliki peran vital”, atau dianggap tabu lalu dipadukan dengan kaimat lain sebagai judul. Misalnya judul “Mata Dilan” , “Jangan Salahkan Payudara”, dlsb yang memiliki konotasi seksis. Dijamin novel yang kalian buat akan sangat laku di pasaran.

3. Buatlah Tokoh dengan Karakter yang Unik, dan Ekspresi yang Luas.

Bagi para ahli sastra, baik atau tidaknya novel terletak pada kedalaman karakter penokohan yang kalian buat. Misalnya saja ketika kalian membuat karakter anak kecil.

Untuk membuat karakter anak kecil yang dalam, kalian bisa melihat gerak-gerik lucu si anak kecil yang ada di sekitarmu untuk dijadikan ide dalam penokohan anak. Sifat-sifat anak kecil yang bisa diambil misalnya seperti takut gelap, mudah nangis, rewel, dan takut keramaian. Eksplor-lah kepribadian orang-orang di sekitarmu yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain lalu tuangkan dalam cerita. Pasti hasilnya keren.

4. Buatlah Cerita yang Bikin Baper, Jangan Terlalu Mengangkat Tema Berat.

Novel yang sedang laris dalam beberapa dekade terakhir ini selalu saja memiliki cerita yang bisa bikin baper siapa saja. Makanya itu sangat disarankan sekali kalian mengangkat kisah-kisah tentang jatuh cinta, perselingkuhan, pengkhianatan cinta, dan segala tema tentang cinta lain yang bisa bikin pembaca baper.

Jangan membuat novel yang memiliki gaya bahasa yang berat serta konflik berada pada seputar ekonomi, politik, pendidikan saja secara murni. Boleh saja mengambil tema-tema itu, asalkan unsur “konflik cinta” itu di masukan dalam novel bertema pendidikan, ekonomi, maupun sosial yang akan kalian buat. Yah, konflik cinta harus menjadi bumbu utama, kalau novel milik kalian ingin laku.

COMMENTS