Agar Transportasi Konvensional Bisa Bersaing Ini 6 Solusinya

Agar Transportasi Konvensional Bisa Bersaing Ini 6 Solusinya

Setelah mengkritisi pelayangan ala transportasi konvensional yang kini sedang memperjuangkan eksistensinya dari gerusan transportasi berbasis online, saatnya saya menyarankan solusi agar abang ojek, sopir angkot dan abang becak bisa bertahan. Karena sebagai konsumen yang biasa menggunakan jasa mereka, saya pun tahu bahwa semua sama-sama cari rezeki. Semoga saja 6 solusi agar trasnportasi konvensional bertahan berikut ini bisa diterapkan.

1. Perbaiki Layanan Agar Pelanggan Semakin Nyaman

Penumpang adalah konsumen yang berhak memilih layanan terbaik. Para penyedia jasa transportasi konvensional harus sadar bahwa selama ini banyak yang kurang dari mereka. Lihat bagaimana layanan yang disajikan misalnya oleh Gojek dan Grab. Paling mudah soal helm dan kelengkapan surat-surat kendaraan.

Salah satu keunggulan layanan transportasi online adalah kelengkapan standard keamanan dan administrasi. Misalnya membawa helm untuk penumpang dan dirinya sendiri, kelengkapan STNK dan surat kendaraan dan sebagainya. Nah, tirulah itu agar masyarakat tak punya alasan bahwa ojek pangkalan itu begini dan begitu. Hilangkan kesan mengintimidasi calon penumpang dengan saling berebut dan menarik-narik bawaan calon penumpang. Kesan sangar penguasa kawasan juga harus dihapuskan. Ini soal kenyamanan Bung…

2. Perjelas Hitungan Tarifnya dan Tentukan Tarif Dasar Bersama

Ini juga yang patut ditiru dari transportasi online. Tentukan tarif dengan standar yang jelas. Yang paling mudah adalah dengan per kilometer. Kalau yang sudah biasa terlaku di kalangan pengemudi saat ini adalah per area. Ongkos naik ojek atau angkot sampai desa A, misalnya sekian. Tidak menghitung berapa rinnciannya.

Komunitas ojek dan angkot pangkalan biasanya punya persatuan yang mengikat dan punya aturan bersama. Karena itu penentuan tarif dasar sangat mungkin ditentukan bersama agar tak terjadi kecemburuan sosial.

3. Manfaatkan Ponsel Untuk Menjaring Pelanggan Lokal

Bagi Anda, tukang ojek, sopir angkot dan abang becak juga harus punya ponsel. Nggak usah smartphone yang penting bisa menjaring langganan orang sekitar. Jadi dengan menyebarkan nomor Anda ke orang sekitar yang menggunakan jasa, maka mereka akan dengan mudah menghubungi sewaktu-waktu butuh jasa.

4. Perkuat Komunitas dan Peraturan Bersama, Permudah Penerimaan Anggota Baru

Paguyuban atau persatuan para pengemudi trasportasi konvensional harus benar-benar berfungsi mengayomi dan mengatur kesetaraan anggotanya. Hal yang tak dimiliki trasnportasi online adalah soal menghargai antrian dan wilayah kerja. Satu hal yang biasa dipegang teguh oleh transportasi konvensional. Maka tak heran jika komunitas penyedia transpotasi konvensional kadang seperti penguasa wilayah.

Komunitas juga berfungsi memberi lowongan bagi masuknya anggota baru untuk sama-sama mencari rezeki. Yang terpenting seperti poin pertama, paguyuban tukang ojek maupun angkot harus menata aturan bersama soal standar keamanan dan administrasi.

5. Jaga Komunikasi Dengan Warga Sekitar Agar Mereka Lebih Nyaman

Jika warga dalam wilayah kerja satu komunitas merasa nyaman dengan ojek dan transportasi biasa maka mereka tak akan berpaling ke layanan yang lebih enak. Dan komunitas transportasi konvensional punya alasan untuk menolak hadirnya transpotasi online. Selama ini yang terjadi para penyedia layanan transportasi itu seolah penguasa. Sebagian bahkan terkesan sangar.

Contoh sifat arogan misalnya ada seorang pemilik motor yang menjemput kaluarganya dari jauh dan kebetulan turun di sekitar pangkalan ojek. Ya jangan dimarahi dan diintimidasi dan dianggap mengambil penumpang. Lha ini kan saudara sendiri? Tindakan-tindakan seperti itu akan memperburuk citra tukang ojek. Saya pernah lihat sendiri kejadian seperti ini soalnya. Jadi heran, ini penyedia jasa mengantar penumpang, atau sekumpulan preman sih?

6. Campur Tangan Pemerintah Setempat

Campur tangan pemerintah memang harus Ada. Contoh terbaru yang dilakuakan Pemkot Bandung dengan meluncurkan aplikasi Lojek (Lokal Ojek). Meskipun terkesan aplikasi yang nanggung karena masih berbasis pangkalan, namun patut diapresiasi sebagai langkah awal mendidik ojek pangkalan agar bisa bersaing.

Sebagai tambahan harusnya ojek konvensional beralih gaya dengan jemput bola, jemput penumpang, bukan menunggu di pangkalan saja. Kira-kira masih ada solusi tambahan selain 6 solusi agar transportasi konvensional bisa bersaing? Oke, yang punya solusi tambahan silakan tambahkan di kolom komentar. Semoga saja ada pihak terkait yang terinspirasi.

COMMENTS

WORDPRESS: 0